Rabu, 26 September 2012

Ide pokok dan Ide penjelas kalimat

Minggu ke 4


Ide pokok adalah ide/gagasan yang menjadi pokok pengembangan paragraf. Ide pokok ini terdapat dalam kalimat utama. Nama lain ide pokok adalah gagasan utama, gagasan pokok. Dalam satu paragraf hanya ada satu ide pokok.

Kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya terdapat ide pokok paragraf. Kalimat utama ini dijelaskan oleh kalimat-kalimat lain dalam paragraf tersebut, yang disebut dengan kalimat penjelas. Nama lain untuk kalimat utama adalah kalimat topik.

Kalimat pokok yang diletakkan di awal paragraf biasa kita sebut dengan paragraf deduktif, sedangkan kalimat pokok yang diletakkan di akhir paragraf biasa kita sebut dengan paragraf induktif.

Ciri-ciri kalimat pokok :
berdiri sendiri tanpa memerlukan kata penghubung, baik kata penghubung antarkalimat maupun kata penghubung intrakalimat.

Paragraf  Deduktif
Pada paragraf deduktif kalimat utama terletak di awal paragraf. Gagasan pokok/kalimat utama dinyatakan lebih dahulu baru diikuti kalimat penjelas.

Contoh :

Seseorang akan diuji dengan apa yang ia memiliki. Ketika ia memiliki ilmu, maka dia akan diuji dengan ilmu tersebut sejauh mana ilmu itu bermanfaat. Ketika seseorang mempunyai harta maka dia akan diuji dengan sejauh mana ia mampu mendistribusikan hartanya kepada orang lain.

kalimat utamanya adalah  Seseorang diuji dengan apa yang ia miliki.
Ide pokoknya adalah  ujian untuk seseorang.

Paragraf Induktif
Pada paragraf induktif kalimat utama terletak di akhir paragraf. Kalimat penjelas disampaikan lebih dahulu, baru kalimat utama.

                Contoh :

Ini adalah pelajaran yang mesti diketahui setiap orang tua. Doa mereka sungguh ajaib jika itu ditujukan pada anak-anak mereka. Jika orang tua ingin anaknya menjadi saleh dan baik, maka doakanlah mereka karena doa orang tua adalah doa yang mudah diijabahi. Jika orang tua mendoakan jelek pada anaknya, maka itu pun akan terkabulkan. Jadi, orang tua mesti hati-hati dalam mendoakan anaknya.
Kalimat utama adalah Jadi, orang tua mesti hati-hati dalam mendoakan anaknya.
Ide pokoknya adalah  hati-hati mendoakan anak.
Kalimat penjelas yaitu kalimat yang menjelaskan kalimat utama/pokok.

Ciri-ciri kalimat penjelas :
berisi penjelasan berupa rincian, keterangan. Selain itu, kalimat penjelas berarti apabila dihubungkan dengan kalimat-kalimat di dalam paragraf. Kemudian kalimat penjelas sering memerlukan bantuan kata penghubung, baik kata penghubung antarkalimat maupun kata penghubung intrakalimat.


Kontras : perbedaan antara sejumlah ide penjelas diuraikan ,dan criteria pembedanya di ungkapkan dalam ide pokok.

Kronologi : setiap ide penjelas yang berurutan ,dan ide pokoknya mengungkapkan pada waktu tertentu.
Proses: menjelaskan tahap-tahap yang harus dilalui ,sedangkan idepokoknya hanya tahap-tahapnya saja.

Samtiya Adi P.
Nim : 10410200029

Rabu, 19 September 2012

Struktur Kalimat


Minggu ke 3


Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh . Dalam suatu kalimat terdiri dari beberapa unsur antara lain subyek, predikat, obyek ,pelengkap dan keterangan. Kalimat dikatakan sempurna jika minimal memliki unsur Subyek dan Predikat.

Frase adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi. Misalnya: akan datang, kemarin pagi, yang sedang menulis.
Frase Verbal : frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan golongan
kata verbal. Misalnya: akan berlayar

Klausa adalah satuan gramatika yang terdiri dari subjek (S) dan predikat (P) baik disertai objek (O), dan keterangan (K), serta memilki potensi untuk menjadi kalimat. Misalnya: banyak orang mengatakan.
Unsur inti klausa ialah subjek (S) dan predikat (P).
Penggolongan klausa:
1. Berdasarkan unsur intinya
2. Berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatik menegatifkan predikat.
3. Berdasarkan kategori kata atau frase yang menduduki fungsi predikat

1. Subyek
  • Disebut juga pokok kalimat, karena merupakan unsur inti suatu kalimat.
  • Umumnya berupa kata benda atau kata lain yang dibendakan.
  • Merupakan jawaban dari pertanyaan “Siapa” atau “Apa”.
  • Contoh : Buku itu dibeli oleh JoJo.
    Ciri-Ciri :
    1. Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa kepada Predikat.
    2. Biasanya disertai kata itu,ini,dan yang (yang ,ini,dan itu juga sebagai pembatas antara subyek dan predikat)
2. Predikat
  • Unsur inti pada kalimat yang berfungsi menjelaskan subyek.
  • Biasanya berupa kata kerja atau kata sifat.
  • Merupakan jawaban dari pertanyaan “Mengapa” dan “Bagaimana”.
  • Contoh : Chimeng memasak nasi goreng.
    Ciri-ciri :
    1. Menimbulkan Pertanyaan apa atau siapa.
    2. Kata Adalah atau Ialah
    3. Dapat Disertai Kata-kata Aspek atau Modalitas
3. Objek
  • Keterangan predikat yang memiliki hubungan erat dengan predikat.
  • Biasanya terletak di belakang predikat.
  • Dalam kalimat pasif, objek akan menempati posisi subyek.
  • Contoh :  Samtiya mengerjakan tugas Bahasa Indonesia.
    Ciri-ciri :
    1. Langsung di Belakang Predikat
    2. Dapat Menjadi Subjek Kalimat Pasif
    3. Didahului kata Bahwa
4. Keterangan (K)
  • Hubungannya dengan predikat renggang.
  • Posisinya dapat di awal, tengah, ataupun akhir kalimat.
    Ciri-ciri :
    1. Dapat dipindah –pindah posisinya
5. Pelengkap (Pel.)
  • Terletak di belakang predikat.
  • Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subyek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap.

Pola Kalimat :
1.  S-P
JoJo tidur.
2. S-P-O
Chimeng makan gorengan.
3. S-P-Pel
Cincinnya bertahtakan berlian.
4. S-P-K
Dewa konser di Surabaya.
5. S-P-O-Pel
Iman  menamai kura-kuranya yes.
6. S-P-O-Pel-K
Setiap pagi Ali senam bersama Dina
7. S-P-O-K
Erwin minum susu soda setiap hari.
8. S-P-Pel-K.
Dody tertawa terbahak-bahak ketika melihat Dona tercebur ke dalam kolam ikan

Samtiya Adi P.
Nim : 10410200029

Rabu, 12 September 2012

Pembentukkan Kata

Minggu ke 2


1. Kesalahan Pembentukkan dan Pemilihan Kata
     kesalahan dalam pembentukkan kata, yang sering ditemukkan dalam bahasa lisan maupun tulis yaitu :

1.      Penanggalan awalan meng-
2.      Penanggalan awalan ber-
3.      Peluluhan bunyi /c/
4.      Penyengauan kata dasar
5.      Bunyi /s/, /k/, /p/, dan /t/ yang tidak luluh
6.      Awalan ke- yang keliru pemakaian akhiran –ir
7.      Padanan yang tidak serasi
8.      Pemakaian kata depan di, ke, dari, bagi, pada, daripada, dan terhadap

2. Definisi
Definisi adalah suatu pernyataan yang menerangkan pengertian suatu hal atau konsep.

Contoh definisi:
menggambarkan binatang, tumbuhan dan benda-benda mati seakan hidup selayaknya manusia, seolah punya maksud, sifat, perasaan dan kegiatan seperti manusia. Definisi terdiri dari:

1. Definisi nominalis
Definisi nominalis adalah menjelaskan sebuah kata dengan kata lain yang lebih umum. Biasanya digunakan untuk membuka suatu pembicaraan atau diskusi.

2. Definisi realis
Definisi realis adalah penjelasan tentang isi yang terkandung dalam sebuah istilah, bukan hanya menjelaskan tentang istilah. Defiisi realis terbagi atas :


1.     Definisi esensial, yaitu penjelasan dengan cara menguraikan perbedaan antara penjelasan dengan cara menunjukkan bagian-bagian suatu benda(definisi analitik) dengan penjelasan dengan cara menunjukkan isi dari suatu term yang terdiri atas genus dan diferensia(definisi konotatif).
2.  Definisi diskriptif, yaitu pejelasan dengan cara menunjukkan sifat-sifat khusus yang menyertai hal tersebut dengan penjelasan dengan cara menyatakan bagaimana suatu hal terjadi.

3. Definisi praktis
Definisi praktis adalah penjelasan tentang suatu hal yang dijelaskan dari segi kegunaan atau tujuan. Definisi praktis terbagi atas tiga macam :


1.  Definisi operasional, yaitu penjelasan dengan cara menegaskan langkah-langkah pengujian serta menunjukkan bagaimana hasil yang dapat diamati.
2.      Definisi fungsional, yaitu penjelasan sesuatu hal dengan cara menunjukkan kegunaan dan tujuannya.
3. Definisi persuasif, yaitu penjelasan dengan cara merumuskan suatu pernyataan yang dapat mempengaruhi orang lain, bersifat membujuk orang lain.

3. Kata Serapan
Kata serapan adalah kata yang diadopsi dari bahasa asing yang sesuai dari EYD. Kata serapan merupakan bagian perkembangan bahasa Indonesia. Kosa kata bahasa Indonesia banyak yang menyerap dari bahasa asing. Bahasa-bahasa asing yang diserap kedalam bahasa Indonesia antara lain bahasa Sansekerta, Arab, Belanda, Inggris dan Tionghoa. Penyerapan kata kedalam bahasa Indonesia meliputi dua unsur, yaitu:

1.      Keteraturan bahasa(analogi): dikatakan analogi jika kata tersebut memiliki bunyi yang sesuai antara ejaan dan pelafalannya.
2.      Penyimpangan atau ketidakteraturan bahasa(anomali): dikatakan anomali apabila kata tersebut tidak sesuai antara ejaan dan pelafalannya.

4.Analogi
 analogi adalah keteraturan bahasa, tentu saja lebih banyak berkaitan dengan kaidah-kaidah bahasa, baik dalam bentuk fonologi, sistem ejaan, atau struktur bahasa.

Bahasa Indonesia                      Bahasa Aslinya

aksi                                          action
dansa                                        dance
derajat                                      darrajat

5. Anomali

Bahasa Indonesia                     Bahasa Aslinya

bank                                        bank
jum’at                                      jum’at

Beberapa kata diatas merupakan kata yang mengandung unsur anomali. Bila diamati lafal yang kita keluarkan dari mulut dengan ejaan yang tertera, tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yaitu bank=(nk), jum’at=(’).

Sedangkan kata-kata asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia secara utuh tanpa mengalami perubahan penulisan memiliki kemungkinan untuk dibaca bagaimana aslinya, sehingga timbul anomali dan fonologi, seperti contoh berikut :

Bahasa Indonesia                       Bahasa Aslinya

expose                                       expose
export                                        export


Kata Penghubung Berpasangan :

antara ... dan...
tidak... ,tetapi....
baik ... maupun...
bukan... ,melainkan...

Samtiya Adi P.
Nim : 10410200029