Rabu, 10 Oktober 2012

Kalimat Efektif 2


Pertemuan 6
Penghematan kata biasanya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu.
               Misalnya dapat dilakukan dengan cara :
1)      Menghilangkan perulangan subjek.
Contoh :
a)      Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui bahwa presiden datang (salah)
b)      Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa presiden datang.(benar)

2)      Menghindarkan pemakaian seperordinat pada hiponimo kata.
Contoh :
a)      Ia memakai baju warna merah (salah)
b)      Ia memakia baju merah (benar)

3)      Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
Contoh :
a)      Dia hanya membawa pakaiannya saja(salah)
b)      Dia hanya membawa pakaiannya (benar)

4)      Tidak menjamakkan kata yang sudah jamak
Contoh :
a)      Para tamu-tamu (salah)
b)      Para tamu (benar)

kesatuan gagasan adalah memiliki  subyek, predikat, serta unsur-unsur lain objek dan predikat yang saling terikat serta membentuk kesatuan tunggal. Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan.

Contoh Kesatuan Gagasan :

a)    Kesatuan Tunggal
       Kita bisa merasakan dalam kehidupan sehari-hari, betapa kasih sayang dari orang tua itu  seringkali merupakan tenaga pendorong yang amat kuat dalam tindak kehidupan kita.

b)    Kesatuan Gabungan
        Shelly telah mencuci pakaiannya jam sembilan pagi, dan telah menyiapkan sarapan untuk adiknya.

c)    Kesatuan yang mengandung pertentangan
       Ayah bekerja di perusahaan mobil, tetapi ia tidak senang dengan pekerjaannya itu.

d)    Kesatuan Pilihan
        Rizky diperbolehkan membawa mobil, ataupun memilih untuk membawa motor.

Kelogisan  adalah ide kalimat yang  dapat diterima oleh akal dan penulisanya sesuai dengan ejaan yang berlaku / logis (masuk akal).

Contoh kalimat logis :
a)      Bapak kepala sekolah kami persilakan.
b)      Untuk menghemat waktu , kita teruskan acara ini.

Samtiya Adi P. 
Nim : 10410200029


Rabu, 03 Oktober 2012

Kalimat Efektif


Minggu ke 5

Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis dan sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya di dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.

SYARAT KALIMAT EFEKTIF :

a.    Bentukan kata harus sesuai EYD
b.    Struktur kalimat tepat
c.    Kesejajaran
d.    Kontaminasi
e.    Pleonasme
f.    Menggunakan kata baku
g.    Kelogisan


Ciri-ciri kalimat efektif:

(1) kesepadanan/kepadanan struktur
(2) keparalelan/kesejajaran bentuk,
(3) ketegasan/penekanan kata,
(4) kehematan kata,
(5) kelogisan bahasa,
Kalimat Nonefektif

• Kalimat mengandung makna ganda
• Kalimat makna nirlogis
• Kalimat mengandung gejala pleonastis
• Kalimat terlalu panjang
• Kalimat tidak lengkap
Kesepadanan ialah keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang digunakan.

CIRI KESEPADANAN

1)     Mempunyai struktur jelas.
2)     Kejelasan subjek dapat dilakukan dengan tidak menggunakan kata depan: di, dalam, bagi, untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, yang ditempatkan di depan subjek.
3)     Tidak terdapat subjek ganda.
4)     Kalimat penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal
5)     Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang.

Kesejajaran

Kesejajaran berarti kesamaan bentuk kata yang digunakandalam kalimat. Bila bentuk pertama menggunakan kata kerja, bentuk selanjutnya juga harus kata kerja

Contoh:
1.    Tugas para pekerja itu adalah mengecat rumah, perbaikan saluran air, dan pemasangan pagar.
2.    Kegiatan hari ini adalah mengedit karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah.
Perbaikannya :
1.    Tugas para pekerja itu adalah pengecatan rumah, perbaikan saluran air, dan pemasangan pagar.
2.    Kagiatan hari ini adalah pengeditan karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah.
KETEGASAN ATAU PENEKANAN KATA :

Merupakan perlakuan khusus pada kata tertentu dalam kalimat sehingga berpengaruh terhadap makna kalimat secara keseluruhan.

Ada beberapa cara penekanan dalam kalimat:

1. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu pada awal kalimat
2. Melakukan pengulangan (repetisi)
3. Melakukan pengontrasan kata kunci
4. Menggunakan partikel penegas
Penekanan Kata dalam Kalimat
Penekanan dalam kalimat adalah upaya pemberian aksentuasi, pementingan atau pemusatan perhatian pada salah satu bagian kalimat, agar bagian yang diberi penekanan itu lebih mendapat perhatian dari pendengar atau pembaca. Bagian kalimat yang penting perlu diberi penekanan atau penegasan agar maksud kalimat secara keseluruhan dapat dipahami.
 Adapun cara untuk penekanan kata, antara lain:
  Mengubah posisi kata dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di awal kalimat. Contoh:
1.      Harapan kami adalah perencanaan pendidikan gratis segera dicanangkan pemerintah.
2.      Pada kesempatan lain, kita akan membahas masalah ini.

  Menggunakan partikel. Penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah. Contoh:
1.      Andalah yang harus bertanggungjawab soal itu.
2.      Bisakah dia menyelesaikannya?
3.      Kami pun berangkat dengan segera.

Samtiya Adi P.
Nim : 10410200029


Rabu, 26 September 2012

Ide pokok dan Ide penjelas kalimat

Minggu ke 4


Ide pokok adalah ide/gagasan yang menjadi pokok pengembangan paragraf. Ide pokok ini terdapat dalam kalimat utama. Nama lain ide pokok adalah gagasan utama, gagasan pokok. Dalam satu paragraf hanya ada satu ide pokok.

Kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya terdapat ide pokok paragraf. Kalimat utama ini dijelaskan oleh kalimat-kalimat lain dalam paragraf tersebut, yang disebut dengan kalimat penjelas. Nama lain untuk kalimat utama adalah kalimat topik.

Kalimat pokok yang diletakkan di awal paragraf biasa kita sebut dengan paragraf deduktif, sedangkan kalimat pokok yang diletakkan di akhir paragraf biasa kita sebut dengan paragraf induktif.

Ciri-ciri kalimat pokok :
berdiri sendiri tanpa memerlukan kata penghubung, baik kata penghubung antarkalimat maupun kata penghubung intrakalimat.

Paragraf  Deduktif
Pada paragraf deduktif kalimat utama terletak di awal paragraf. Gagasan pokok/kalimat utama dinyatakan lebih dahulu baru diikuti kalimat penjelas.

Contoh :

Seseorang akan diuji dengan apa yang ia memiliki. Ketika ia memiliki ilmu, maka dia akan diuji dengan ilmu tersebut sejauh mana ilmu itu bermanfaat. Ketika seseorang mempunyai harta maka dia akan diuji dengan sejauh mana ia mampu mendistribusikan hartanya kepada orang lain.

kalimat utamanya adalah  Seseorang diuji dengan apa yang ia miliki.
Ide pokoknya adalah  ujian untuk seseorang.

Paragraf Induktif
Pada paragraf induktif kalimat utama terletak di akhir paragraf. Kalimat penjelas disampaikan lebih dahulu, baru kalimat utama.

                Contoh :

Ini adalah pelajaran yang mesti diketahui setiap orang tua. Doa mereka sungguh ajaib jika itu ditujukan pada anak-anak mereka. Jika orang tua ingin anaknya menjadi saleh dan baik, maka doakanlah mereka karena doa orang tua adalah doa yang mudah diijabahi. Jika orang tua mendoakan jelek pada anaknya, maka itu pun akan terkabulkan. Jadi, orang tua mesti hati-hati dalam mendoakan anaknya.
Kalimat utama adalah Jadi, orang tua mesti hati-hati dalam mendoakan anaknya.
Ide pokoknya adalah  hati-hati mendoakan anak.
Kalimat penjelas yaitu kalimat yang menjelaskan kalimat utama/pokok.

Ciri-ciri kalimat penjelas :
berisi penjelasan berupa rincian, keterangan. Selain itu, kalimat penjelas berarti apabila dihubungkan dengan kalimat-kalimat di dalam paragraf. Kemudian kalimat penjelas sering memerlukan bantuan kata penghubung, baik kata penghubung antarkalimat maupun kata penghubung intrakalimat.


Kontras : perbedaan antara sejumlah ide penjelas diuraikan ,dan criteria pembedanya di ungkapkan dalam ide pokok.

Kronologi : setiap ide penjelas yang berurutan ,dan ide pokoknya mengungkapkan pada waktu tertentu.
Proses: menjelaskan tahap-tahap yang harus dilalui ,sedangkan idepokoknya hanya tahap-tahapnya saja.

Samtiya Adi P.
Nim : 10410200029

Rabu, 19 September 2012

Struktur Kalimat


Minggu ke 3


Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh . Dalam suatu kalimat terdiri dari beberapa unsur antara lain subyek, predikat, obyek ,pelengkap dan keterangan. Kalimat dikatakan sempurna jika minimal memliki unsur Subyek dan Predikat.

Frase adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi. Misalnya: akan datang, kemarin pagi, yang sedang menulis.
Frase Verbal : frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan golongan
kata verbal. Misalnya: akan berlayar

Klausa adalah satuan gramatika yang terdiri dari subjek (S) dan predikat (P) baik disertai objek (O), dan keterangan (K), serta memilki potensi untuk menjadi kalimat. Misalnya: banyak orang mengatakan.
Unsur inti klausa ialah subjek (S) dan predikat (P).
Penggolongan klausa:
1. Berdasarkan unsur intinya
2. Berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatik menegatifkan predikat.
3. Berdasarkan kategori kata atau frase yang menduduki fungsi predikat

1. Subyek
  • Disebut juga pokok kalimat, karena merupakan unsur inti suatu kalimat.
  • Umumnya berupa kata benda atau kata lain yang dibendakan.
  • Merupakan jawaban dari pertanyaan “Siapa” atau “Apa”.
  • Contoh : Buku itu dibeli oleh JoJo.
    Ciri-Ciri :
    1. Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa kepada Predikat.
    2. Biasanya disertai kata itu,ini,dan yang (yang ,ini,dan itu juga sebagai pembatas antara subyek dan predikat)
2. Predikat
  • Unsur inti pada kalimat yang berfungsi menjelaskan subyek.
  • Biasanya berupa kata kerja atau kata sifat.
  • Merupakan jawaban dari pertanyaan “Mengapa” dan “Bagaimana”.
  • Contoh : Chimeng memasak nasi goreng.
    Ciri-ciri :
    1. Menimbulkan Pertanyaan apa atau siapa.
    2. Kata Adalah atau Ialah
    3. Dapat Disertai Kata-kata Aspek atau Modalitas
3. Objek
  • Keterangan predikat yang memiliki hubungan erat dengan predikat.
  • Biasanya terletak di belakang predikat.
  • Dalam kalimat pasif, objek akan menempati posisi subyek.
  • Contoh :  Samtiya mengerjakan tugas Bahasa Indonesia.
    Ciri-ciri :
    1. Langsung di Belakang Predikat
    2. Dapat Menjadi Subjek Kalimat Pasif
    3. Didahului kata Bahwa
4. Keterangan (K)
  • Hubungannya dengan predikat renggang.
  • Posisinya dapat di awal, tengah, ataupun akhir kalimat.
    Ciri-ciri :
    1. Dapat dipindah –pindah posisinya
5. Pelengkap (Pel.)
  • Terletak di belakang predikat.
  • Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subyek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap.

Pola Kalimat :
1.  S-P
JoJo tidur.
2. S-P-O
Chimeng makan gorengan.
3. S-P-Pel
Cincinnya bertahtakan berlian.
4. S-P-K
Dewa konser di Surabaya.
5. S-P-O-Pel
Iman  menamai kura-kuranya yes.
6. S-P-O-Pel-K
Setiap pagi Ali senam bersama Dina
7. S-P-O-K
Erwin minum susu soda setiap hari.
8. S-P-Pel-K.
Dody tertawa terbahak-bahak ketika melihat Dona tercebur ke dalam kolam ikan

Samtiya Adi P.
Nim : 10410200029