Rabu, 19 September 2012

Struktur Kalimat


Minggu ke 3


Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh . Dalam suatu kalimat terdiri dari beberapa unsur antara lain subyek, predikat, obyek ,pelengkap dan keterangan. Kalimat dikatakan sempurna jika minimal memliki unsur Subyek dan Predikat.

Frase adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi. Misalnya: akan datang, kemarin pagi, yang sedang menulis.
Frase Verbal : frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan golongan
kata verbal. Misalnya: akan berlayar

Klausa adalah satuan gramatika yang terdiri dari subjek (S) dan predikat (P) baik disertai objek (O), dan keterangan (K), serta memilki potensi untuk menjadi kalimat. Misalnya: banyak orang mengatakan.
Unsur inti klausa ialah subjek (S) dan predikat (P).
Penggolongan klausa:
1. Berdasarkan unsur intinya
2. Berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatik menegatifkan predikat.
3. Berdasarkan kategori kata atau frase yang menduduki fungsi predikat

1. Subyek
  • Disebut juga pokok kalimat, karena merupakan unsur inti suatu kalimat.
  • Umumnya berupa kata benda atau kata lain yang dibendakan.
  • Merupakan jawaban dari pertanyaan “Siapa” atau “Apa”.
  • Contoh : Buku itu dibeli oleh JoJo.
    Ciri-Ciri :
    1. Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa kepada Predikat.
    2. Biasanya disertai kata itu,ini,dan yang (yang ,ini,dan itu juga sebagai pembatas antara subyek dan predikat)
2. Predikat
  • Unsur inti pada kalimat yang berfungsi menjelaskan subyek.
  • Biasanya berupa kata kerja atau kata sifat.
  • Merupakan jawaban dari pertanyaan “Mengapa” dan “Bagaimana”.
  • Contoh : Chimeng memasak nasi goreng.
    Ciri-ciri :
    1. Menimbulkan Pertanyaan apa atau siapa.
    2. Kata Adalah atau Ialah
    3. Dapat Disertai Kata-kata Aspek atau Modalitas
3. Objek
  • Keterangan predikat yang memiliki hubungan erat dengan predikat.
  • Biasanya terletak di belakang predikat.
  • Dalam kalimat pasif, objek akan menempati posisi subyek.
  • Contoh :  Samtiya mengerjakan tugas Bahasa Indonesia.
    Ciri-ciri :
    1. Langsung di Belakang Predikat
    2. Dapat Menjadi Subjek Kalimat Pasif
    3. Didahului kata Bahwa
4. Keterangan (K)
  • Hubungannya dengan predikat renggang.
  • Posisinya dapat di awal, tengah, ataupun akhir kalimat.
    Ciri-ciri :
    1. Dapat dipindah –pindah posisinya
5. Pelengkap (Pel.)
  • Terletak di belakang predikat.
  • Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subyek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap.

Pola Kalimat :
1.  S-P
JoJo tidur.
2. S-P-O
Chimeng makan gorengan.
3. S-P-Pel
Cincinnya bertahtakan berlian.
4. S-P-K
Dewa konser di Surabaya.
5. S-P-O-Pel
Iman  menamai kura-kuranya yes.
6. S-P-O-Pel-K
Setiap pagi Ali senam bersama Dina
7. S-P-O-K
Erwin minum susu soda setiap hari.
8. S-P-Pel-K.
Dody tertawa terbahak-bahak ketika melihat Dona tercebur ke dalam kolam ikan

Samtiya Adi P.
Nim : 10410200029

Tidak ada komentar:

Posting Komentar